Korea Utara bakal miliki domain
The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers` (ICANN) sebagai badan regulasi internet dunia sedikit melunak dengan bakal memberikan domain bagi Korea Utara. Rencananya pertemuan yang digelar di Los Angeles (AS) pada oktober mendatang akan menjadi awal digunakanya domain ‘dot kp’ sebagai tanda di mulainya era keterbukaan informasi di Korea Utara.
Selain Korea Utara, ICANN dalam sidangnya diperkriakan akan meluluskan proposal domain untuk Palestina dengan alamat ‘dot ps’ dan domain untuk Uni Eropa dengan dimain ‘dot eu’.
Indikasi bakal diluluskanya ketiga domain itu disampaikan oleh salah satu anggota ICANN, Suh Jae-Suh.
“ICANN diperkirakan akan segera memberikan Korea Utara alamat domain sama seperti Palestina dan Uni Eropa,’ ujar Suh.
Menurut Suh, dengan pemberian domain itu maka Korea Utara diharapkan aktif di dunia Internet.
Rencana ICANN meluluskan proposal domain untuk Korea Utara itu ditanggapi dengan dingin oleh Professor Kim Young-Soo salah seorang ahli masalah Korea Utara dari Sogang University.
Menurut Profesor Young-Soo pemberian domain itu tidak akan berarti membuka lebar apa yang terjadi di Korea Utara karena memang akses internet di negara itu masih sangat terbatas.
“Akses internet masih terkontrol dan jikapun ada itu masih menjadi rahasia,’ ujar Profesor Young-Soo memberikan dugaanya.
Berbeda dengan negara tetangganya, Korea Selatan yang sangat terbuka, Korea Utara selama ini menutup rapat negara mereka karena informasi dari luar dianggap bisa menjadi polusi bagi sistem pemerintahan negara mereka.
Saluran TV dan Radio memang ada namun itupun masih satu saluran yang dimiliki oleh pemerintah pusat.
The Korea Computer Center yang dibentuk oleh pemerintah Korea Utara pada 1990 menjadi kepanjangan tangan untuk menyeleksi informasi yang masuk dan keluar di Korea Utara.
Tahun 2004 silam sebuah situs portal asal Jerman melakukan kerjasama patuan di Korea Utara dimana akses internet di Korea Utara diperkriakan hanya akan dinikmati oleh segelintir petinggi negara tersebut seperti sang penguasa, Kim Jong-Il dan kalangan militer. sumber www.jaknews.com